SONY DSC

SONY DSC

hari lagi!


CSR Merck:
Dari Tetangga Hingga Indonesia

PT Merck Tbk berkomitmen menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibilty / CSR) dengan sasaran yang luas. Dari lingkup terdekat di lingkungan sekitar kantor Merck di Gedong, Pasar Rebo (Jakarta Timur), hingga ke seluruh wilayah Indonesia. Program-program tersebut diantaranya :

  • YTA (Youth Take Action)

Program YTA yang digagas sejak 2010 ini mendorong pengembangan kepribadian sekaligus menampung bakat remaja di sekitar kantor Merck di Gedong. Pelaksanaan YTA setiap tahun mengusung tema yang berbeda sesuai kondisi saat itu. Tema pada 2011 adalah Dare to Dream, tema 2012: Dare to Act, dan 2013: Dare to Change.

  • Klik Hati Merck

Klik Hati Merck adalah program yang digunakan untuk menyulut inspirasi aksi sosial kemanusiaan terutama dengan mengoptimalkan media sosial. Pada 2012, majalah MIX -grup Majalah SWA- menganugerahi ‘PR Program of the Year’ untuk Klik Hati dalam kategori Social Campaign.

  • KKG Merck (Konsultasi Kesehatan Gratis Merck)

Ini adalah program dimana kami memberikan pelayanan Konsultasi Kesehatan Gratis secara rutin bagi masyarakat di sekitas kantor Merck di Gedong, Pasar Rebo (Jakarta Timur). Program kesehatan tersebut berupa konsultasi dengan dokter, pemeriksaan kadar gula darah dan berat badan serta pengukuran tekanan darah.

Klik Hati 2014:
Lanjutkan Aksi Sosialmu

Menandai 40 tahun kehadirannya di Indonesia, PT Merck Tbk meluncurkan Klik Hati Merck pada 2010 lalu. Klik Hati merupakan salah satu program CSR untuk mendukung gerakan sosial berbasis sosial media.

Semangat Klik Hati Merck adalah menggali inspirasi gerakan sosial dan mendorong kepedulian bersama agar aksi sosial kemanusiaan semakin marak. Ada dua tren yang dioptimalkan dari Klik Hati yakni peningkatan semangat kepedulian dan maraknya penggunaan media sosial.Ketika aksi kepedulian berpadu dengan media sosial, hasilnya dahsyat.

Tahap awal program Klik Hati adalah pemberian Klik Hati Award dan penyelenggaraan Aksi Klik Hati. Klik Hati Award adalah penganugerahan award kepada individu atau gerakan yang intensif menghela aksi kepedulian dengan memanfaatkan media sosial. Berikut adalah pemenang Klik Hati Merck dari tahun ke tahun :

Dengan mudahnya, para pegiat bisa mencari dukungan untuk kegiatan sosialnya. Masalahnya, banyak gerakan kepedulian berbasis media sosial ini tak berkelanjutan. Pada awalnya sebuah aksi kepedulian begitu bersemangat, namun di tengah jalan melemah atau bahkan berhenti.

Dengan demikian, agar kepedulian optimal dan berkelanjutan, maka kecakapan mengoptimalkan media sosial ini harus ditingkatkan. Pada ruang inilah Klik Hati Merck 2014 akan lebih banyak berkontribusi.

Untuk itu, Klik Hati Merck 2014 akan mengundang inisiatif-inisiatif kepedulian untuk dipilih menjadi peserta kompetisi sekaligus pelatihan Klik Hati 2014. Dalam pelaksanannya, Klik Hati Merck 2014 ini akan melibatkan para pakar-pakar aksi sosial di bidangnya, juga peserta terpilih pada Klik Hati 2013.

Siapa yang bisa mengikuti Klik Hati 2014? Pada prinsipnya semua bisa ikut, baik individu atau komunitas yang menggiatkan aksi kepedulian terutama yang berbasis media sosial.


Awal karier Ernest adalah di industri musik, yakni dengan bergabung bersama Universal Music. Ia lalu melanjutkan kiprahnya di Sony Music. Nyaris enam tahun berkutat di industri musik, Ernest mendaftarkan diri ke program televisi Kompas TV,

yakni Stand Up Comedy Indonesia. Ia berhasil lolos audisi dan terpilih menjadi satu dari tiga belas finalis dari seluruh Indonesia, dan meraih peringkat ketiga dalam kompetisi tersebut. Ernest akhirnya memutuskan diri untuk terjun dan menekuni profesi pelawak tunggal secara penuh. Bersama Raditya Dika, Pandji Pragiwaksono, Isman H. Suryaman dan Ryan Adriandhy, Ernest mendirikan StandUpIndo, sebuah komunitas pelawak tunggal pertama di Indonesia, yang hingga kini telah memiliki sub-komunitas di lebih dari 15 provinsi, dan dianggap sebagai salah satu perintis budaya komedi tunggal di Indonesia.

Ernest telah melakukan sebuah tur komedi tunggal pada 2012, dan ia merupakan komedian pertama Indonesia yang melakukan hal itu. Tur tersebut dinamai Merem Melek, menjelajah 11 kota dari Bandung, Semarang, Solo, Denpasar, Malang, Surabaya, Makassar, Kendari, Samarinda, hingga Palangkaraya, dan ditutup di Gedung Kesenian Jakarta pada 10 Juli 2012.

Ia juga pernah menggelar sebuh pertunjukan komedi tunggal khusus bersama para komedian dari etnis Tionghoa-Indonesia, berjudul Ernest Prakasa & The Oriental Bandits yang digelar di Gedung Kesenian Jakarta pada 9 Februari 2013, sehari sebelum perayaan Imlek.


Buah jatuh tak bakal jauh dari pohonnya. Sama halnya, air tak mengalir kemana. Sama seperti ayahnya, putri sulung mantan presiden Abdurahman Wahid ini juga giat di gerakan sosial. Pemilik nama lengkap Alissa Qotrunnada Munawarah ini

dibesarkan oleh gerakan sosial. Alissa Wahid, sapaan akrabnya, sudah mencerap nilai kepedulian dan berkenalan dengan aksi-aksi sosial kemanusiaan sejak kecil, bidang dulu ayahnya bergiat. Dia meneruskan peran ayahnya sebagai penjahit keragaman bangsa dalam jaringan GUSDURian.

Agenda utama jaringan ini menguatkan semangat keragaman dalam kesatuan. Slogannya; Indonesia yang rukun dalam keberagaman, adil dalam keberadaban. Kegiatan rutinnya antara lain dialog lintas iman di berbagai kota, peningkatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat, advokasi dan penelitian tentang berbagai isu kebhinekaan. Allisa menyebarkan gagasan kepeduliannya melalui jejaring sosial.

Dalam gerakan sosial, Alissa punya prinsip ‘ubahlah yang bisa diubah dan terimalah apa yang tak bisa diubah’. Maka, Alissa menyebar ke dalam perubahan yang ia kehendaki. Alhasil, sulit mendefinisikannya dalam satu kalimat pendek soal siapa pegiat sosial ini. Kiprahnya meluas dari aksi kemanusiaan, pendidikan, gender, dan pluralisme. Juga dalam bantuan korban bencana hingga pencegahan konflik antar golongan. Kegiatan profesional Allisa Wahid sebagai psikolog keluarga, sesuai disiplin ilmu yang dipelajarinya di Universitas Gajah Mada. Ibu empat anak ini juga mengelola lembaga pendidikan anak usia dini Fastrack Funschool di Yogyakarta, mengikuti keyakinannya akan pentingnya pendidikan dini.



Shafiq Pontoh banyak dikenal lewat ide-idenya di ranah media sosial. Aktivitasnya agak kurang nyambung dengan latar pendidikan lulusan jurusan Fisika Institut Teknologi Bandung pada 2002 ini. Tak menjadi fisikawan, Shafiq berkembang menjadi pegiat sosial yang mengoptimalkan potensi media sosial.

Selepas kuliah, Shafiq mengawali karir di dunia komunikasi sebagai copywriter. Lahir di Bandung pada 18 Juli, pria yang kini berusia 36 tahun ini menjelajah berbagai biro iklan. Biro iklan lokal dan multinasional pernah disinggahinya, seperti Avicom, JWT, Merah putih, Colmanhandoko dan Ogilvy & Mather Jakarta. Portofolionya mencakup berbagai iklan dari merek yang menggondol penghargaan seperti Bebelac, Sunsilk, Lux, Taro, Indo Premier Securities, Gudang Garam, Coca-Cola Company, dan masih banyak lagi. Pemahamannya yang matang di dunia komunikasi dan media sosial itu rupanya diterapkan Shafiq untuk mendukung pengembangan gerakan dunia maya.

Dia turut mendirikan saingsilang.com, sebuah situs yang menjaring percakapan di dunia maya Indonesia. Dia turut menggagas Social Media Festival pada tahun 2011 dan 2012, sebuah festival. Pada saat yang sama, Shafiq turut mengagas situs komunitas yang menyebarkan semangat peduli kepada lingkungan dan perkotaan dengan program urban farming IndonesiaBerkebun.org. Dia juga menggagas gerakan Ayah peduli ASI @ID_AyahASI, serta menyebarkan semangat lewat gerakan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia@IDBerkibar.

Kini, dia menjadi Chief Strategis Officer di Provetic.com, sebuah lembaga konsultan bisnis di Jakarta. Publik terus menunggu inspirasi-inspirasi apa lagi yang akan diusungnya.