Merck

Blog

Bukan Disabilitas Yang Membatasi, Tetapi Lingkungan

posted in: 29 June 2013

Kemarin, saya mengikuti dan kebetulan menjadi pembicara di kegiatan IDCC Goes To Campus, adalah sebuah kegiatan yang mengajak anak-anak muda, khususnya mahasiswa untuk aware, care, share terhadap kaum yang banyak, tapi termarjinalkan, yaitu penyandang disabilitas. Pada suatu sessi, ada kutipan yang menyebutkan bahwa “Bukan kecacatan yang menghambat penyandang disabilitas, tetapi lingkunganlah yang membatasi, sehingga timbullah keterbatasan.”

Well, bener banget, saat ini, dengan bantuan teknologi, seharusnya sudah tidak ada lagi batasan bagi penyandang disabilitas untuk mengenyam pendidikan, pekerjaan, tetapi kenyataan di luaran sana masih banyak penyandang disabilitas yang tak mendapatkan hak itu. Bahkan pemerintah, yang membuat kebijakan “Bahwa setiap perusahaan baik milik negara maupun asing wajib menerima minimal 1 persen pekerja dengan disabilitas”, justru melanggarnya.

Baru-baru ini, saya membaca berita di sebuah media online, bahwa tahun 2013 pemerintah akan menerima 60000 pegawai negeri sipil, 1000 jatah atlet, dan 300 kuota untuk disabilitas.
Coba hitung, 300 dari 60 ribu itu berapa persen? Yup betul, hanya setengah persen. Lalu, apakah pemerintah mematuhi peraturan yang ia teken sendiri? Kemudian, bila negara tak mematuhi, apakah suasta akan mematuhi? silahkan jawab sendiri.

So, sekarang, menurut saya, jangan kita berusaha membuka pintu yang susah terbuka, bahkan yang tak bisa dibuka. Tapi coba membuat pintu baru, pintu yang pasti terbuka dan bisa menjalankan fungsinya.

Tunggu tulisan selanjutnya tentang pintu-pintu itu!

Penulis: Komunitas Kartunet
Blog: http://www.kartunet.or.id
Twitter: @kartunet
Facebook: http://www.facebook.com/kartunet